WhatsApp

Pengolahan Limbah Pabrik Kecap & Saus

Des 31, 2025 23 mins read

Pengolahan limbah pabrik kecap & saus sesuai Permen LHK No. 11 Tahun 2025, solusi ramah lingkungan dan efisien.

Pengolahan Limbah Pabrik Kecap & Saus – Permen LHK No. 11 Tahun 2025

Pengolahan limbah pabrik kecap & saus sesuai Permen LHK No. 11 Tahun 2025, solusi ramah lingkungan dan efisien. Industri kecap dan saus merupakan salah satu sektor makanan yang berkembang pesat di Indonesia. Proses produksinya menghasilkan limbah cair dengan kandungan organik tinggi, seperti sisa kedelai, gula, garam, dan bahan tambahan lainnya. Limbah ini jika tidak diolah dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama pada badan air di sekitar pabrik.

Pengolahan Limbah Pabrik Kecap & Saus (2).jpg

Permen LHK No. 11 Tahun 2025 hadir sebagai regulasi terbaru yang mengatur baku mutu air limbah domestik dan standar teknologi pengolahannya. Aturan ini menjadi pedoman penting bagi industri makanan, termasuk pabrik kecap dan saus, untuk memastikan bahwa limbah cair yang dihasilkan memenuhi standar lingkungan sebelum dibuang.

Karakteristik Limbah Industri Kecap dan Saus

Limbah cair dari pabrik kecap dan saus umumnya memiliki kadar BOD dan COD yang tinggi. Kandungan organik ini berasal dari bahan baku kedelai, fermentasi, serta gula yang digunakan dalam proses produksi. Selain itu, limbah juga mengandung minyak, lemak, dan garam yang dapat memengaruhi kualitas air penerima.

Karakteristik tersebut menjadikan limbah pabrik kecap dan saus termasuk kategori limbah domestik dengan beban pencemar tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan yang mampu menurunkan parameter pencemar hingga sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan dalam Permen LHK No. 11 Tahun 2025.

Pentingnya Kepatuhan Regulasi

Kepatuhan terhadap regulasi lingkungan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan mengikuti Permen LHK No. 11 Tahun 2025, pabrik kecap dan saus dapat memastikan bahwa operasionalnya tidak merugikan masyarakat sekitar.

Selain itu, kepatuhan regulasi juga memberikan keuntungan reputasi. Perusahaan yang taat aturan akan lebih dipercaya oleh konsumen dan mitra bisnis, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar.

Tahapan Pra-Pengolahan

Tahap pra-pengolahan bertujuan untuk memisahkan padatan kasar, minyak, dan lemak dari limbah cair. Proses ini biasanya dilakukan dengan menggunakan screen filter, grease trap, dan grit chamber.

Pra-pengolahan sangat penting karena dapat mencegah kerusakan pada peralatan pengolahan berikutnya. Dengan mengurangi beban pencemar sejak awal, sistem WWTP dapat bekerja lebih efisien dan hasil olahan lebih konsisten.

Proses Biologis

Proses biologis merupakan inti dari pengolahan limbah cair pabrik kecap dan saus. Mikroorganisme digunakan untuk menguraikan bahan organik sehingga kadar BOD dan COD dapat diturunkan.

Teknologi yang umum digunakan meliputi activated sludge, Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), dan Sequencing Batch Reactor (SBR). Pemilihan teknologi disesuaikan dengan kapasitas pabrik dan karakteristik limbah.

Filtrasi dan Pemurnian

Setelah proses biologis, limbah cair biasanya masih mengandung partikel halus dan senyawa terlarut. Tahap filtrasi dilakukan untuk menyaring partikel tersebut menggunakan sand filter, carbon filter, atau membran.

Filtrasi berfungsi meningkatkan kualitas air olahan agar lebih jernih dan bebas dari kontaminan. Dengan teknologi pemurnian yang tepat, hasil olahan dapat memenuhi standar baku mutu yang berlaku.

Pengolahan Limbah Pabrik Kecap & Saus (4).jpg

Info Konsultasi Project Pengolahan Air 0877-7795-07810 

Disinfeksi

Tahap akhir pengolahan adalah disinfeksi, yaitu proses penghilangan mikroorganisme patogen. Metode yang digunakan antara lain UV sterilizer dan chlorination.

Disinfeksi memastikan bahwa air olahan aman untuk dibuang ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan ekosistem sekitar.

Standar Baku Mutu

Permen LHK No. 11 Tahun 2025 menetapkan parameter baku mutu air limbah domestik, termasuk BOD, COD, TSS, minyak, lemak, dan pH. Pabrik kecap dan saus wajib memastikan bahwa hasil olahan memenuhi standar tersebut.

Dengan adanya standar baku mutu, perusahaan memiliki acuan yang jelas dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengolahan limbah. Hal ini juga memudahkan pengawasan oleh pihak regulator.

Teknologi Ramah Lingkungan

Pengolahan limbah cair kini semakin diarahkan pada teknologi ramah lingkungan. Sistem WWTP modern dirancang untuk hemat energi dan meminimalkan penggunaan bahan kimia.

Teknologi ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menekan biaya operasional. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan.

Pemantauan Kualitas Air

Permen LHK No. 11 Tahun 2025 juga menekankan pentingnya pemantauan kualitas air secara berkala. Pabrik kecap dan saus wajib melakukan uji laboratorium untuk memastikan hasil olahan sesuai standar.

Pemantauan ini membantu perusahaan mendeteksi masalah sejak dini dan melakukan perbaikan sebelum terjadi pelanggaran. Dengan sistem monitoring yang baik, kepatuhan regulasi dapat terjaga.

Perizinan dan Persetujuan Teknis

Selain pengolahan limbah, perusahaan juga harus mengurus perizinan sesuai Permen LHK No. 5 Tahun 2021. Persetujuan teknis dan surat kelayakan operasional menjadi syarat penting dalam pengendalian pencemaran lingkungan.

Dengan perizinan yang lengkap, perusahaan dapat beroperasi secara legal dan terhindar dari sanksi. Hal ini juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Pengolahan limbah yang baik memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Air sungai dan lingkungan tetap terjaga, sehingga kesehatan masyarakat tidak terganggu.

Dari sisi ekonomi, perusahaan dapat menghemat biaya jangka panjang dengan sistem pengolahan yang efisien. Selain itu, reputasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan peluang bisnis.

Studi Kasus Industri Makanan

Beberapa pabrik makanan di Indonesia telah berhasil menerapkan sistem WWTP sesuai regulasi. Hasilnya, kualitas air limbah yang dibuang memenuhi standar dan tidak menimbulkan masalah lingkungan.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi pengolahan limbah bukan hanya teori, tetapi dapat dilakukan secara nyata dengan hasil yang positif.

Pengolahan Limbah Pabrik Kecap & Saus (3).jpg

Kesimpulan

Pengolahan limbah pabrik kecap dan saus merupakan bagian penting dari keberlanjutan industri makanan. Dengan mengikuti Permen LHK No. 11 Tahun 2025, perusahaan dapat memastikan bahwa limbah cair yang dihasilkan aman bagi lingkungan.

Selain memenuhi kewajiban hukum, pengolahan limbah yang baik juga memberikan manfaat ekonomi dan reputasi. Hefram.id siap menjadi mitra strategis dalam menyediakan solusi pengolahan limbah industri yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

 

Info Konsultasi Project Pengolahan Air 0877-7795-07810 

Banner HomeBrand Aquar
Image NewsLetter
Newsletter

Dapatkan Informasi Terbaru

Dengan melanjutkan, Anda menyetujui seluruh Syarat dan Ketentuan.

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy